Se Kalimat "Coretan Tinta Merah" Akan Mengukir Seribu Makna Dalam Segala Fenomena Kehidupan.

Tampilkan postingan dengan label Home dan artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Home dan artikel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Maret 2016

Revolusi Kuba

Kuba adalah negara pulau yang terletak di Teluk Meksiko, Laut Karibia. Kuba merupakan negara yang terkenal dengan cerutunya. Kuba sebelumnya juga lama menjadi jajahan Spanyol. Pada masa Perang Dingin, Kuba yang letaknya sangat strategis juga tidak luput dari incaran perluasan pengaruh dan ideologi negara adidaya. Kuba merupakan negara republik komunis pertama yang berada di belahan bumi Barat. Letak Kuba yang dekat dengan Negara Amerika Serikat menjadi ancaman serius bagi Amerika Serikat.

Kuba sebelum Perang Dunia II
Kuba pertama kali ditemukan oleh Columbus, orang Spanyol pada tahun 1492. Seperti halnya tempat-tempat lain yang ditemukan orang Eropa dalam masa penjelajahan samudra, yaitu diakui sebagai miliknya, begitu pula dengan nasib Kuba. Columbus segera mengklaim bahwa Kuba adalah milik Spanyol. Sejak saat itu, Kuba menjadi koloni Spanyol. Pada sekitar tahun 1868–1878 di Kuba timbul gerakan menuntut kemerdekaan. Perang Kemerdekaan tahap kedua muncul pada tahun 1895 dengan dipimpin Jose Marti. Amerika Serikat mendukung gerakan itu setelah kapal perangnya Marine yang dikirim untuk melindungi warga negaranya di Kuba meledak misterius. Amerika Serikat menganggap itu merupakan sabotase yang dilakukan Spanyol. Oleh karena itu, Amerika Serikat membantu Kuba menyingkirkan Spanyol. Wilayah Kuba sampai tahun 1902 mendapat perlindungan dari Amerika Serikat. Pada tahun 1933 kelompok revolusioner yang dipimpin oleh Fulqencio Batista berhasil mengambil alih pemerintahan di Kuba. Batista memerintah Kuba secara diktator. Pada masa pemerintahan Batista, korupsi makin merajalela.

Kuba setelah Perang Dunia II
Kondisi rakyat Kuba yang sangat memprihatinkan pada masa pemerintahan Batista, menggugah semangat salah seorang anak bangsa untuk memperbaikinya. Fidel Castro seorang putra tuan tanah kaya raya tidak tahan melihat penderitaan rakyat Kuba. Pada tahun 1953 Castro mencoba melakukan kudeta, tetapi gagal. Akibatnya, Castro dijatuhi hukuman lima belas tahun penjara.
Namun, baru menjalani hukuman selama dua tahun, Castro telah dibebaskan. Penjara tidak membuat Castro jera dalam memperjuangkan keinginannya. Setelah keluar dari penjara Castro kembali menghimpun kekuatan. Castro melatih pengikutnya di dekat kota Meksiko. Pada tahun 1956, Castro bersama para pengikut setianya kembali berusaha menggulingkan kekuasaan Presiden Batista. Selama hampir tiga tahun Castro berusaha merebut kekuasaan di Kuba. Pada tahun 1959 Batista meninggalkan Kuba dan digantikan Castro. Fidel Castro sebenarnya bukan seorang komunis. Hal itu seperti pernyataannya yang mengatakan, “Revolusi kita bukan berwarna merah, melainkan hijau zaitun.” Kata-kata Castro itu menunjuk pada warna seragam yang ia pakai bersama pengikutnya. Bahkan, Castro juga mengutuk komunis dengan konsepnya yang totaliter. Castro juga berusaha membersihkan tindakannya yang dianggap disponsori komunis dengan berpidato di Universitas Princeton, Amerika Serikat. Dalam pidato tersebut, Castro menyatakan bahwa, “... bertentangan dengan pola Revolusi Rusia dan model Marxis bahwa di Kuba tidak berdasarkan perjuangan kelas .... Revolusi Kuba juga tidak berniat meniadakan kepemilikan swasta.” Namun, pemerintah Amerika Serikat tetap memandang bahwa revolusi yang dikobarkan Castro disponsori pihak komunis. Hal ini akibat tindakan Castro yang banyak mengubah kehidupan Kuba yang mendekati slogan komunis, sama rasa sama rata. Castro banyak membangun sekolah dan rumah bagi orang yang tidak mampu. Pemerintah Kuba juga mulai mengontrol semua penerbitan surat kabar serta siaran radio dan televisi. Tindakan Castro makin lama mengkhawatirkan pemerintah Amerika Serikat. Hal itu disebabkan Castro makin berani menasionalisasi perusahaan-perusahaan asing yang berada di Kuba.
Akibatnya, Amerika Serikat mengambil tindakan tegas, yaitu menghentikan hubungan dengan Kuba pada tahun 1961. Menghadapi kenyataan itu Fidel Castro selanjutnya segera menjalin hubungan dengan negara-negara komunis, seperti Cina dan Uni Soviet. Dari negara-negara tersebut, Kuba berharap agar mereka bersedia memberi bantuan ekonomi guna melaksanakan dan melanjutkan pembangunan.
Pemerintah Amerika Serikat yang mendapati kenyataan bahwa Kuba telah masuk blok komunis makin khawatir atas keselamatan negaranya. Hal itu beralasan karena jarak Kuba dengan Amerika Serikat tidak lebih dari 10 mil. Atas kekhawatiran itu, pemerintah Amerika Serikat berniat menggulingkan pemerintahan Fidel Castro yang prokomunis. Untuk mencapai maksud itu, pemerintah Amerika Serikat akan menggunakan para pelarian Kuba yang tinggal di Amerika Serikat. Dari orang-orang pelarian Kuba itu, Amerika Serikat berharap dapat menguasai Teluk Babi yang dapat dipakai sebagai lompatan untuk menundukkan Havana, ibu kota Kuba. Dinas intelejen Amerika Serikat (CIA) bertugas melatih orang-orang pelarian Kuba agar berhasil dalam misinya. Sekitar 1.200 orang pelarian Kuba di Amerika Serikat berhasil dikumpulkan dan dilatih kemiliteran.
Presiden baru Amerika Serikat, John Fietzgeerald Kennedy juga menyetujui rencana penggulingan Fidel Castro melalui orang-orang Kuba sendiri. Kennedy bahkan memerintahkan untuk memberi perlindungan dan pengawalan dalam penyerbuan Teluk Babi melalui pelarian orang-orang Kuba dilaksanakan. Peristiwa itu kemudian disebut The Bay Pig’s Episode atau Insiden Teluk Babi. Namun, pada detik-detik terakhir penyerangan, Kennedy memerintahkan membatalkan bantuan perlindungan dan pengawalan. Akibatnya mudah diduga, pemerintah Kuba sangat mudah mematahkan penyerbuan orang-orang Kuba pelarian itu. Atas Insiden tersebut, hubungan Kuba dan Amerika Serikat makin renggang. Sementara itu, pemimpin Uni Soviet, Khruschev segera memanfaatkan situasi atas insiden Teluk Babi tersebut dan begitu intensif mendekati Kuba. Ia menawarkan paket bantuan ekonomi yang lebih besar lagi apabila Kuba bersedia mengizinkan Uni Soviet membangun pangkalan militer dan menempatkan rudal nuklirnya di wilayah tersebut. Ia berencana rudal-rudalnya akan dapat diarahkan ke Amerika Serikat tanpa ada hambatan. Keinginan Uni Soviet tentu saja mendapat tantangan dari Amerika Serikat. Presiden Kennedy menyatakan bahwa penempatan rudal Uni Soviet di Kuba merupakan ancaman langsung terhadap Amerika Serikat. Oleh karena itu, pemerintah Amerika Serikat akan mengambil segala cara dan tindakan untuk menggagalkannya. Salah satu tindakan Amerika Serikat dalam menggagalkan pembangunan pangkalan militer dan rudal Uni Soviet adalah menghadang setiap kapal Uni Soviet yang menuju ke Kuba. Tentu saja tindakan itu menimbulkan krisis yang hampir membawa dunia dalam perang nuklir. Karena merasa belum berimbang kekuatan militernya, akhirnya Uni Soviet membatalkan penempatan pangkalan militer dan rudalnya di Kuba. Apalagi, Amerika Serikat juga berjanji tidak akan mencampuri urusan dalam negeri Kuba. Hubungan baik Kuba dengan Amerika Serikat mulai membaik lagi pada tahun 1973 setelah kedua negara membuat perjanjian mengenai pertukaran pembajak.
Pada tahun 1975 embargo ekonomi pada Kuba yang dilakukan Amerika Serikat mulai dihapus. Namun, hubungan Amerika–Kuba memanas lagi setelah pada akhir tahun 1975 Kuba mengirim pasukannya ke Angola. Dari kejadian di Kuba itu, dua negara adidaya, yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet, akhirnya juga menyadari betapa bahayanya apabila perang terbuka yang merembet pada perang nuklir terjadi. Oleh karena itu, untuk meminimalisasi terjadinya perang nuklir dan akibatnya, kedua negara adidaya sepakat melakukan pembicaraan pengurangan senjata.

Rabu, 30 Maret 2016

IPMANAPANDODE Semarang dan Salatiga Merayakan Ibadah Paskah

Foto Ibadah Paskah/ Doc. Piyaiyepai
Semarang, 29 Maret 2016. Sejumlah Pelajar dan Mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Ikatan Pelajar–Mahasiswa Nabire Paniai Dogiyai dan Deiyai yang mengenyam Pendidikan Kota Study Semarang dan Salatiga, Gelar Ibadah Paskah di Sekretariat IPMANAPANDODE SEM-SAL, Semarang – Jawa Tengah.
Ibadah Paskah Tahun 2016; dipandu oleh Tarina Iyai. Dalam kata-kata pembukaannya, Ia mengajak seluruh anggota IPMANAPANDODE SEM-SAL; bahwa Yesus mati dikayu salib demi umat Manusia. Oleh karena itu, kita sebagai umat Kristiani mari bersikap baik, terima Yesus di hati kita Masing-masing dan meninggalkan segala tindakan Amoral.
Selanjutnya, Ibadah Paskah dipimpin oleh Yohanes Ibertus Goo. Dengan Thema “MEWUJUDKAN KERAHIMAN ALLAH DAN MENJADI BERKAT”; Sub Thema “Kebangkitan Yesus adalah Kesempurnaan Kasih Allah dan Semangat Untuk Mewujudkan Kasih yang Sesungguhnya dalam Organisasi IPMANAPANDODE SEM-SAL”.
Dalam Khotbahnya/Firman Tuhan, Ia menekankan agar setiap pribadi berupaya meninggalkan kebiasan-kebiasaan buruk kepada sesama Manusia. Kita sadar dan mengetahui bahwa setiap Manusia tidak luput dari salah dan Dosa. Dinamika hidup selalu baik dan buruk; yang bersifat baik tetap berpegang, dan yang buruk ditinggalkan; karena KematianNya hingga KebangkitanNya adalah teladan bagi kita. Dan mulai sekarang, bagaimana cara kita untuk menempatkan diri ke jalan yang benar, lalu melangkah dengan tindakan yang benar. Anda dan saya yakin bahwa Yesus ada dan telah menebus dosa kita (Umat Manusia). Pengkotbah mengajak juga kepada seluruh anggota IPMANAPANDODE SEMSAL; agar memaknai apa yang menjadi catatan dalam hidup kita melalui paskah ini. Karena Dosa adalah upah dari Maut. Jika kita tidak melakukan hal yang diteladani oleh yesus, maka hidup ini hampa (sia-sia). Dengan demikian, Mari kita yakin dan percaya bahwa Yesus telah bangkit untuk menebus dosa-dosa umat Manusia.
Sebagai akhir dari Firman Tuhan, Pengkotbah juga terinspirasi dan menyampaikan ungkapan oleh salah satu Teolog, bahwa Dosa adalah Cipta; sesuatu hal yang diciptakan oleh Manusia untuk merugikan bagi umat Tuhan. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya Korupsi, Pembunuhan, Penindasan, Pemerkosaan dan lainnya.
Ibadah Paskah IPMANAPANDODE SEM-SAL berakhir dengan cukup meriah. Acara Ibadah kali ini diisi dengan lagu dalam bahasa Mee "Waani" dan lagu dalam Buku Nyanyian Katholik "Mada Bakti". sehingga partisipasi dan kekompakan dari anggota IPMANAPANDODE SEM-SAL dapat terlihat. Berkaitan dengan kesuksesan Paskah Tahun 2016; maka, Ketua Panitia Paskah 2016, Alpius Dogomo, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh anggota IPMANAPANDODE SEM-SAL, yang mana telah membantu kami untuk menyukseskan Ibadah Paskah ini, akhirnya terlaksana dengan baik.
Hal yang sama disampaikan oleh BPH-IPMANAPANDODE SEM-SAL, yang diwakili oleh Sekretaris BPH IPMANAPANDODE SEM-SAL, Yanuarius Adii. Dalam sambutannya  ia mengucapkan terimakasih kepada seluruh anggota IPMANAPANDODE, terutama kepada Panitia Paskah atas kerja kerasnya sehingga Ibadah Paskah Tahun 2016 dapat terlaksana dengan cukup meriah. Kami BPH IPMANAPANDODE SEM-SAL sangat memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada segenap Panitia Paskah Tahun 2016, Dengan kekompakan yang luar biasa hingga ibadah paskah ini dapat terlaksana. Lanjutnya, Hal yang paling penting dalam kelompok adalah Kekompakkan. sebab, kekompakkan dapat mendobrak tujuan yang hendak dicapai oleh sekelompok itu sendiri.
Sayonara...........Seusai Ibadah Paskah, Wakil Ketua IPMANAPANDODE SEM-SAL Markus Butu, menyampaikan terimakasih kepada seluruh anggota IPMANAPANDODE SEM-SAL; Secara Pribadi, Saya sangat apresiasi sedalam-dalamnya atas kerja keras dan Kesiapannya yang cukup matang oleh segenap Panitia Paskah Tahun 2016, sehingga Ibadah Paskah Tahun 2016 ini dapat terlaksana sesuai dengan harapan kita bersama. Selain itu, Ia menegaskan bahwa Kontribusi dari Senioritas sangat membutuhkan didalam Organisasi, karena tanpa senioritas dalam Organisasi diibaratkan "anak ayam kehilangan induknya"

Catatan:
Makna Paskah: Paskah telah mengubah sejarah kehidupan umat manusia. Lebih lagi semua orang yang percaya kepada Yesus. Paskah menjadi tonggak sejarah kehidupan iman. Kita mempercayai bukan Allah yang mati tetapi Allah yang benar-benar  hidup. Selain itu kita pun mengerti bahwa Yesus berbeda dari tokoh-tokoh agama di dunia ini. Tokoh agama di muka bumi ini hanya memiliki hari kelahiran dan kematian, tetapi hanya Yesus Kristus yang punya hari kebangkitan. Kebangkitan itulah yang membawa pembebasan bagi kita dari kuasa dosa dan maut. Seperti yang Paulus tuliskan “Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut dimanakah kemenanganmu?” (1 Kor. 15:54-55).

Rabu, 02 Maret 2016

Daftar Negara didunia dan Gerakan pembebasan kedaulatan Negara baru.


Afrika Selatan — daerah Zulu
Amerika Serikat — Alaska, Hawaii dan Puerto Riko
Angola — Cabinda
Belgia — Flandria, Walonia
Bosnia-Herzegovina — bangsa Serbia, Kroasia dan Bosniak
Britania Raya — Irlandia Utara (IRA, Sinn Féin, Partai Buruh dan Sosial Demokratik), Skotlandia, Wales, dan Cornwall
Cina — Taiwan, Mongolia Dalam, Tibet, Xinjiang (Gerakan Muslim Turkestan Timur)
Filipina — separatis Muslim di selatan (Moro)
India — Kashmir, Sikh, Bodoland, Assam (atau "Asom") dan Nagaland
Indonesia — Aceh (Gerakan Aceh Merdeka}, Papua bagian barat (Organisasi Papua Merdeka), Maluku (Republik Maluku Selatan) (Borneo United Nations)
Irak — Kurdi dan Syi'ah
Iran — Kurdi, Arab dan Azeri
Israel — bangsa Palestina
Italia — Padania, (Lega Nord), Tyrol Selatan, Sisilia
Jerman — Bavaria, Separatisme Alemannik
Kanada — Quebec, Kanada bagian Barat
Republik Demokratik Kongo - daerah Katanga
Nigeria
Maroko — front Polisario di Sahara Barat
Myanmar — suku Karen dan Kachin.
Pakistan — Kashmir
Perancis — Corsica, Brittany, dan Savoy
Rusia — Chechnya
Serbia — Kosovo (Tentara Pembebasan Kosovo) SDH MERDEKA
Senegal — Casamance
Somalia — Somaliland
Spanyol — Basque (daerah ETA), Catalonia (Esquerra Republicana de Catalunya), dan Galicia
Sri Lanka — Tamil (Macan Tamil)
Sudan — daerah selatan yang penduduknya kebanyakan pemeluk animisme dan Kristen
St. Kitts dan Nevis — Nevis
Suriah — Kurdi
Thailand — Pattani
Turki — Kurdi
Postingan Lama Beranda

Media Text

Media Text

Profil Text

Seiring dengan berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Tegnologi (IPTEK), belahan dunia lain (terutama Negara-negara Maju) berlomba-lomba meraih Impian yang di dambakan pada setiap Negara. Belahan dunia lain masih terbelakng; hal ini melatarbelakangi dari berbagai faktor; salah satunya adalah terbatasnya layanan IPTEK terhadap masyarakat umum. Melihat segala fenomena dalam kehidupan bangsa dan negara, maka Blogspot "WAIKATO NEWS" hadir untuk mencoba mengemukakan Opini, gagasan, ide melalui tulisan dari berbagai aspek kehidupan.

 

Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Visitor

Flag Counter

Music Papua

Post Populer

 

Templates by Kidox Van Waikato | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger